Thursday, 24 November 2016

Tips Menangani Cedera Ankle/Terkilir Dalam Olahraga Bola Basket

Ankle Sprain/Pergelangan Kaki Terkilir
Keselo ada derjatnya dari ringan ke berat dengan dinilai skala I sampai III: Grade I : Peregangan ligamen atau robek yang sangat ringan, dengan hanya sedikit atau tidak ada ketidakstabilan pada sendi. Grade II : Robekan ligamen yang lebih serius tapi masih belum lengkap. Grade III : Ligamen benar-benar robek atau pecah. Ini bukan patah tulang, tapi rasanya mirip karena sering tidak mungkin untuk mengangkat beban pada sendi atau menggerakkan anggota badan pada sendi yang terkena.
Bersumber dari: Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir) | Mediskus
Keselo ada derjatnya dari ringan ke berat dengan dinilai skala I sampai III: Grade I : Peregangan ligamen atau robek yang sangat ringan, dengan hanya sedikit atau tidak ada ketidakstabilan pada sendi. Grade II : Robekan ligamen yang lebih serius tapi masih belum lengkap. Grade III : Ligamen benar-benar robek atau pecah. Ini bukan patah tulang, tapi rasanya mirip karena sering tidak mungkin untuk mengangkat beban pada sendi atau menggerakkan anggota badan pada sendi yang terkena.
Bersumber dari: Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir) | Mediskus

Dalam setiap kegiatan olahraga selalu ada resiko cedera. Dan cedera pada Pergelangan kaki adalah salah satu yang paling sering terjadi, istilah yang sering kita dengar untuk cedera ini adalah keseleo/terkilir. Umumnya masyarakat kita menangani cedera ini dengan cara di pijat atau di urut, namun apakah hal itu merupakan cara yang benar.
Artikel ini akan membahas mengenai cara penanganan cidera terkilir/keseleo dengan cara yang benar.
Dan artikel ini penulis ambil dari : http://mediskus.com/tips/cara-mengobati-keseleo.

Keseleo ada derajatnya dari ringan ke berat dengan dinilai skala I sampai III:

Grade I : Peregangan ligamen atau robek yang sangat ringan, dengan hanya sedikit atau tidak ada  ketidakstabilan pada sendi.
Grade II : Robekan ligamen yang lebih serius tapi masih belum lengkap.
Grade III : Ligamen benar-benar robek atau pecah. Ini bukan patah tulang, tapi rasanya mirip karena sering tidak mungkin untuk mengangkat beban pada sendi atau menggerakkan anggota badan pada sendi yang terkena.


Keselo ada derjatnya dari ringan ke berat dengan dinilai skala I sampai III: Grade I : Peregangan ligamen atau robek yang sangat ringan, dengan hanya sedikit atau tidak ada ketidakstabilan pada sendi. Grade II : Robekan ligamen yang lebih serius tapi masih belum lengkap. Grade III : Ligamen benar-benar robek atau pecah. Ini bukan patah tulang, tapi rasanya mirip karena sering tidak mungkin untuk mengangkat beban pada sendi atau menggerakkan anggota badan pada sendi yang terkena.
Bersumber dari: Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir) | Mediskus
Pengobatan untuk keseleo/terkilir pergelangan kaki melibatkan RICE : 

- Rest/istirahat :
Istirahatkan daerah yang terkilir atau keseleo
- Ice/es :
Tempelkan (kompres) Es selama 15 menit setiap jam pada sendi yang terkilir.   Lapisi kulit dengan kain

- Compression/Penekanan  : 
Beri pelindung atau membungkus sendi dengan perban elastis pada sekitar    sendi atau pergelangan. Hal ini berfungsi untuk meminimalkan peradangan, menyangga daerah tersebut, dan memberikan rasa nyaman
- Elevation/Peninggian :
Tinggikan anggota gerak yang keseleo lebih tinggi dari jantung, hal ini akan mengurangi atau meminimalkan pembengkakan


 Kebutuhan sinar-X dan evaluasi oleh dokter ditentukan berdasarkan kasus per kasus  dan tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi nyeri.  
Nyeri dan pembengkakan pada tulang itu sendiri mungkin perlu di evaluasi lebih lanjut. 

Untuk rasa nyeri yang timbul dan peradangan, dapat di atasi dengan minum obat.
Untuk meredakan rasa sakit dan peradangan, berikan obat anti-nyeri NSAID (non-steroid anti-inflamasi) seperti ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin (baca aturan pakai). Namun ingat, jangan memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Bersumber dari: http://mediskus.com/tips/cara-mengobati-keseleo

Kelola Nyeri dan Peradangan dengan minum obat Untuk meredakan rasa sakit dan peradangan, berikan obat anti-nyeri NSAID (non-steroid anti-inflamasi) seperti ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin (baca aturan pakai). Namun ingat, jangan memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 18 tahun.
Bersumber dari: Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir) | Mediskus


Wednesday, 23 November 2016

Posisi Bermain Dalam Bola Basket dan Peran Masing - Masing Pemain


Ada lima pemain di setiap tim dalam pertandingan basket dan setiap pemain memiliki posisi masing - masing dan memainkan peran tertentu di lapangan. Setiap posisi dapat dianggap sebagai peran, terkadang peran ini dapat menjadi rangkap ketika setiap pemain diwajibkan untuk memainkan dua atau lebih posisi pada satu waktu. Hal ini disebabkan sifat dari olahraga di mana pemain selalu bergerak di lapangan dan bermain fleksibel, melakukan apa yang dibutuhkan dalam situasi tertentu. Berikut adalah lima posisi dasar dalam basket. 

1. Center
Center umumnya pemain tertinggi yang diposisikan di dekat keranjang, karena ia harus mampu lompat  setinggi mungkin untuk melakukan rebound. Ia juga dituntut untuk lebih secara fisik mendominasi dengan kekuatan fisik dan atletis keseluruhan.Offensive- Pemain center secara offenssive harus bisa mendapatkan posisi terbuka untuk bisa di pass dan untuk membuat poin. Mereka juga bertugas melakukan screen kepada pemain lawan, dan membuka jalan bagi rekan tim nya untuk melakukan penetrasi ke ring lawan. Center diharapkan bisa  mendapatkan beberapa rebound offensif dan melakukan block out. Pemain Center harus pandai melakukan shoot secara cepat, hook shoot dan menggunakan papan untuk melakukan tembakan pantul.
Defensive - Pada saat defense , tanggung jawab utama pemain ini adalah untuk menjaga lawan dari melakukan tembakan. Mereka juga diharapkan untuk sukses mendapatkan lebih banyak defensive rebound. 


2. Power Forward

Pemain Power Forward biasanya pemain tertinggi berikutnya dalam tim, yang mempunyai atribut fisik dan gaya bermain seperti pemain center, tapi dengan kecepatan yang lebih. Seorang pemain PF harus dapat bermain di bawah ring atau si sisi sayap dan juga di sudut lapangan.Mereka harus kuat dan nyaman dengan banyak permainan fisik dan harus menjadi rebounder efektif dan efektif dalam penembak seperti pusat. The power forward juga diharapkan untuk menembak dari jarak lebih jauh dari pusat.

 3. Small Forward

Pemain Small Forward biasanya lebih pendek dari pemain center dan power forward. Namun, pemain ini  harus memiliki tinggi badan yang cukup dan kemampuan untuk bermain di dalam dan di atas garis three point, mampu bermain seperti center dan seperti power forward, tetapi juga dapat melakukan defense. Small Forward juga merupakan penembak terbaik kedua atau ketiga, mampu melakukan tembakan dari titik lima posisi bermain rekan setimnya dan juga memainkan peran defensif.


 4. Shooting Guard

Shooting guard biasanya adalah pemain terpendek dalam tim. Namun, dia pandai menggiring bola dengan cepat, mampu melewati lawan dan memiliki court vision yang sangat baik. Dia bertanggung jawab untuk mendribble bola ke daerah lawan dan menyiapkan skema bermain offensive. Shooting guard juga menjadi pemain yang mengambil banyak percobaan tembakan ke ring. Dia perlu menjadi penembak akurat dari tiga titik di lapangan.
 




5. Point Guard
Point guard perlu menjadi yang terbaik dalam hal mendribble bola dan melakukan passing, karena ia akan menjadi orang yang paling sering memegang bola dari semua pemain di tim. Dia bertanggung jawab untuk mendribble bola ke daerah lawan dan menyiapkan skema bermain offensive.

 Pemain Point Guard harus memiliki tembakan jarak jauh yang baik, meskipun tidak cukup penting sebagaimana tugas pemain Shooting Guard. Namun, ada beberapa pemain Point Guard yang melakukan banyak percobaan tembakan seperti pemain Shooting Guard.

Artikel ini di ambil dan di terjemahkan dari website www.myactivesg.com klik link ini untuk pergi ke website